Love is to Love

“Untuk mendapatkan yang ‘terbaik’ kita harus berani melepaskan yang ‘baik’ “

Gw baru aja melontarkan kata2 itu di depan temen gw,, setelah dia putus..dan waktu gw tanya (karena sayang banget sih…2 orang itu keliatan lucu dulu… T.T), dia bilang “yah…? mau diapain lagi…?” begitulah…. kadang2 gw jadi mikir sih. (iya, iya, bukan kadang2.. gw emang tukang mikir… XD) banyak hal yang bikin ‘takut’ di dunia ini yah… death, losing friends, losing boy/girl friend, takut ga lulus, takut ga bisa ngerjain Faal, takut feedback Observasi ditolak ma ketua Himapsi, teman nya dan dosennya… fuuhh….~ curcol mode: ON.. ngahahahahaa… gw juga jadi mikir, kalo sebenernya be in love sama seseorang tuh risky yah… risky banget… dulu sebelum kita punya hubungan sama orang lain ini, kita santai-santai aja jalanin hidup.. tapi begitu punya “seseorang” ini, we risk our heart siy sebenernya. dan bukannya gw ga seneng. justru rasanya yang bitter-sweet itu, yang bikin deg2 an, yang bikin people called love as an art…. gw juga inget kata2 Mba Gita,

Love is everything it’s cracked up to be. That’s why people are so cynical about it…It really is worth fighting for, risking everything for. And the trouble is, if you don’t risk everything, you risk even more.”

kalo ga salah itu quote dari seseorang bernama Erica Jong deh…coba…coba..yang punya mbah Google silahkan dicek kebenarannya.. gw taunya ini kata2 nya Mba Gita-ku soalnya… mwahahahahahaa…

bener ga sih tuh…?
soal risky love, maksud gw. bukan soal Erica Jong.

Banyak orang yang sinis banget soal cinta. dan gw mesti mengakui kalo gw salah satu diantaranya kok. Tapi balik lagi, masalahnya adalah kalo kita ngga mempertaruhkan segalanya buat “cinta” itu, kita risk even more.

Buat gw, yang amat sangat sinis sekali dengan cinta dan hubungan cewek-cowok yang lebih dari sekedar sahabat, datengnya si kucing tuh kaya angin seger..muahahahahaa…
i never did trust someone this much, moreover, trusting my heart…

mungkin, gw harus mengakui, kalo seperti kata Woody Allen:

“To love is to suffer. To avoid suffering one must not love. But then one suffers from not loving. Therefore to love is to suffer, not to love is to suffer. To suffer is to suffer. To be happy is to love. To be happy then is to suffer. But suffering makes one unhappy. Therefore, to be unhappy one must love, or love to suffer, or suffer from too much happiness. I hope you’re getting this down.”

inti yang gw tangkep dari omongan belok kanan-belok kiri orang ini adalah: se sinis2 nya gw sama rasa cinta, gw memang nggak bisa ngelak waktu rasa itu dateng kok… so..dengan sejuta harapan, doa, n best wishes hari ini… gw mo ngirimin sejuta bintang harapan buat temen gw itu… sejuta bintang terimakasih buat Mba Gita (dan Erika( n Woody Allen buat inspirasinya… sejuta bintang terimakasih buat sohib2 gw… dan sejuta bintang buat angin seger yang udah bikin gw liat, love is not always about being cynical, broken hearted and scary thing almost all of the time. love is to love. that is just the nature XD

Published by reylasano

she writes your stories

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: