Jamu

Musim panas, kupu-kupu hinggap di jendelamu.
Bingung, dia menatapmu yang sedang meramu.
Meramu apa? Jamu, katamu.
Yang akan kau kirimkan padaku saat nanti dingin menyerbu.
Mungkin jahe, usul kupu-kupu.
Lebih hangat dan harum untuk hatiku yang mulai membeku.
Ah, tidak juga, tukasmu.
Dalam jamu sudah kutuang seribu bubuk cintaku.
Masa begitu, ragu si kupu-kupu.
Hati-hati kawan, jamunya jadi batu.
Karena terlalu lama, terlalu lama jua kau ramu.

Published by reylasano

she writes your stories

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: